Pertamina Masihlah Rugi Rp 76, 7 M Jualan Premium di 2015

pertaminaWalau memperoleh laba bersih sampai US$ 1, 42 miliar atau Rp 18, 46 triliun (dengan anggapan kurs dolar Rp 13. 000) selama 2015, PT Pertamina (Persero) mengakui masihlah rugi jual bahan bakar minyak (BBM) type Premium.

Kerugian keseluruhan dari penjualan Premium sepanjang 2015 diklaim meraih US$ 5, 9 juta atau sekitaran Rp 76, 7 miliar.

Direktur Paling utama Pertamina, Dwi Soetjipto, menjelaskan penurunan harga minyak dunia pada 2015 lantas belum hingga bikin Pertamina untung dari jualan Premium.

” Dari penjualan Premium penugasan kita minus US$ 5, 9 juta, rugi di 2015, ” kata Dwi, dalam konferensi pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (31/5/2016).

Namun, dia memberikan, pada akhir 2015 Pertamina sesungguhnya telah mulai memperoleh untung dari penjualan Premium. ” Di pertengahan kita masihlah rugi, diakhir 2015 lebih baik, namun totalnya masihlah ada sedikit kerugian, ” ucapnya.

Direktur Niaga Pertamina, Ahmad Bambang, memberikan kerugian dari penjualan Premium di 2015 telah jauh alami penurunan di banding 2014. Sebagai pembanding, pada 2014 lantas kerugian dari penjualan premium meraih Rp 3, 92 triliun.

” Dibanding 2015 lebih baik. Ruginya di 2014 besar, hingga triliunan rupiah, usaha hilir hingga minus, ” ungkap Bambang.

Tetapi, untuk th. ini Pertamina telah besar dari penjualan Premium. Keuntungannya hingga dapat menutupi kerugian dari penjualan Premium th. lantas serta di 2014.

Bambang menerangkan, kebijakan pemerintah yg tidak menahan penurunan harga Premium di dalam anjloknya harga minyak dunia bikin Pertamina tidak lagi rugi dari Premium. ” Saat harga minyak turun, pemerintah tidak turunkan harga BBM, nah itu ketutup. Saat ini telah ketutup (kerugian dari Premium), ” katanya.

Sesaat dari penjualan solar, pada 2015 lantas Pertamina telah untung sebesar US$ 4, 5 juta atau sekitaran Rp 58, 5 miliar. ” Bila solar di 2015 US$ 4, 5 juta positif, ” tutupnya.

Kunjungan kerja Menteri ESDM Sudirman Said ke Iran sekarang ini berkaitan dengan penjajakan impor minyak serta Liquid Petroleum Gas (LPG) dari Iran.

Direktur Paling utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto, mengungkap kalau pihaknya tertarik untuk beli minyak mentah (crude oil) serta LPG dari negeri beberapa mullah itu lantaran harga nya yang murah.

” Suplai LPG (dari Iran) relatif murah, crude mungkin saja pesaing untuk (penyuplai) yang lain. Itu tadi kita ulas, kita teruskan, ” kata Dwi waktu didapati di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (30/5/2016).

Terkecuali impor minyak serta LPG murah, Pertamina juga tertarik mengerjakan ladang migas di Iran. Pencarian sumber-sumber minyak diluar negeri ini begitu utama untuk menanggung supply minyak didalam negeri.

Menurut Dwi, peluang Pertamina untuk mengelola blok migas di Iran begitu terbuka lebar. Pertamina telah turut tender untuk memperoleh blok migas disana.

” Kita berikan ketertarikan itu. Kita kan saat ini turut tender, treatment-nya tender umum, lantaran opportunity-nya cukup bagus, ” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *