Belajar Perdagangan Berjangka Minyak Mentah

Oil usa

Banyak orang, terutama pemula bertanya-tanya apa sih yang dimaksud perdagangan berjangka minyak mentah atau dalam bahasa Inggrisnya trading crude oil futures? Dasar-dasar perdagangan berjangka minyak mentah sebenarnya sederhana dan mirip dengan membeli dan menjual saham secara online. Yang diperdagangkan di trading oil adalah kontrak berjangka pengiriman ke negara-negara pengimpor.

Di Amerika Serikat (AS), crude oil dikenal dengan sebutan light sweet oil dan diperdagangkan di New York Mercantile Exchange (NYMEX). Nilai kontrak berdasarkan atas pengiriman minyak setiap bulan dengan harga yang dinamis mengikuti pergerakan pasar.

Satu kontrak minyak mentah melibatkan volume 1.000 barel minyak mentah. Jam trading crude oil futures adalah 9:00-14:30 waktu timur Amerika Serikat (AS) atau pukul 21.00 hingga 02.30 WIB dari Senin sampai Jumat. Dalam indeks perdagangan kode minyak mentah adalah CL. Karena ukuran kontrak adalah 1.000 barel, nilai kontrak berjangka crude oil meningkat atau menurun 1.000 dolar, jika harga minyak mentah per barel bergerak naik atau turun sebesar satu dolar AS

Seorang trader bisa mendapatkan uang dengan memasang posisi panjang (long) atau pendek (short). Pada perdagangan berjangka minyak, panjang berarti membeli dulu dan menjual kemudian sementara pendek berarti menjual dulu dan membeli kemudian.

Pertama-tama, membuka rekening trading di broker yang menjadi perantara trading crude oil futures. Pilihlah broker yang memiliki track record yang baik yang telah bertahun-tahun memiliki pengalaman dalam trading crude oil futures. Mulailah dengan rekening demo untuk mendapatkan pengalaman trading crude oil futures sebelum Anda memulai trading dengan uang sungguhan.

Lakukan riset dan evaluasi. Karena pengetahuan Anda tentang trading crude oil futures terbatas maka mintalah hasil riset harian dari broker Anda. Sering-seringlah membaca laporan mengenai tingkat permintaan dan suplai minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institut atau Energy Information Administration (EIA).

Selain itu kumpulkan informasi tentang fluktuasi musiman, perubahan cuaca yang dapat mempengaruhi produksi dan transportasi minyak, dan belajar tentang kondisi politik di negara-negara penghasil minyak. Faktor-faktor itu mempengaruhi permintaan dan juga suplai minyak mentah. Selain itu, bacalah pernyataan organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) yang akan membantu Anda untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang pergerakan harga minyak dalam waktu singkat.

Perdagangan minyak mentah berjangka atau trading crude oil futures merupakan perdagangan bursa komoditi yang banyak diminati investor. Fluktuasi harga minyak yang tergolong tinggi disukai investor karena pergerakan naik turun dalam kurun waktu singkat memberi potensi profit taking yang lebih sering dibanding pasar yang bergerak mendatar.

Sejak dua tahun lalu gejolak harga minyak dunia sangat tajam. Penurunan terjadi sejak awal Agustus 2014 lalu di mana untuk pertama kalinya harga minyak mentah WTI berada di bawah level 100 dollar AS per barel tepatnya ke 97 dollar AS. Harga terus tertekan sepanjang tahun lalu di kisaran 50-60 dollar AS dan terus tertekan hingga level terendahnya terjadi pada 11 Februari 2016 yang menyentuh 26,21 dollar AS per barel atau turun 28,38 % dibandingkan harga pembukaan tahun ini di 36,60 dollar AS per barel.

Namun sejak menyentuh level dasar ini harga minyak terus menanjak, bahkan 50% ke level 41 dollar AS pada 22 Maret 2016. Harga minyak mentah kembali mendekati level 50 dollar AS per barrel pada perdagangan 28 April 2016, tepatnya 46 dollar AS, sehingga menghidupkan kembali minat produsen shale AS untuk melakukan pengeboran. Melihat fluktuasi harga ini, trader bisa mengambil posisi di bawah kemudian berharap naik tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *