Jelang Lebaran Harga Daging Mengalami Kenaikkan

permintaan-daging-sapi

Seperti sebelumnya dimana menjelang hari raya Idul Fitri permintaan terhadap daging sapi meningkat namun disisi lainnya ada yang memanfaatkan situasi seperti ini dengan menaikkan harga daging itu sendiri dan kenaikkan juga cukup signifikan sehingga membuat pemerintah menerjunkan beberapa orang dari lembaga-lembaga pemerintahan terkait untuk mencari penyebab kenaikkan tersebut. Memang patut disadari bahwa karena permintaan tinggi maka ketersediaan daging sapi lokal tak memenuhi quota permintaan maka pemerintah memutuskan untuk mengimpor sapi dari New Zealand dan Australi yang selama ini menjadi negara-negara pengekspor sapi dalam jumlah yang cukup besar. Indonesia sendiri memiliki savanna yang luas namun tanpa adanya uluran tangan dari pemerintah maka untuk mengembangkan peternakan sapi rasanya sangat sulit karena kebanyakan orang masih terbentur dengan modal (keuangan) untuk memulainya.

Kita tentu saja harus banyak belajar dari Australi yang berhasil mengembangkan peternakan sapi dari yang skala kecil hingga besar dan pemerintah Federal Autrali memang mendukung penuh terhadap apa yang dilakukan oleh masyarakatnya. Pemerintah tak perlu harus membangun peternakan yang sangat besar namun mereka memulainya dengan sebuah program misalkan memberikan penyuluhan dan mencari solusi bagi para petani setidaknya untuk memiliki 5 (lima) ekor sapi pada setiap KK maka dengan demikian jika dijumlahkan akan dapat memenuhi permintaan daging tanpa harus mengimpor dari Australi.

Negara dengan wilayah yang sangat luas tentu saja berbagai kesempatan ada disini dimana salah satunya adalah peternakan sapi. Memang jika dibandingkan dengan Autrali yang memiliki hutan yang luas tentu saja memiliki kesamaan dengan hutan yang yang ada di Nusa Tenggara Timur dimana dapat memberikan peluang yang sangat besar terhadap pemerintah dan masyarakat setempat untuk mengembangkan peternakan dengan skala yang lebih besar. Jika seterusnya impor sapi maka bisa dipastikan bahwa arah pengembangan Indonesia menjadi kurang jelas karena kita sejauh ini bukan lagi sebagai negeri pertanian dan bukan juga negara industri sehingga muncul pertanyaan bahwa apakah Indonesia hanya sebagai negara konsumtif saja? Tentu membutuhkan uluran tangan dari banyak pihak dan bukan hanya pemerintah saja bukan?