Begini Cara Pemerintah Agar Tak Lagi Berutang untuk Bayar Bunga Utang


pemerintah merancang anggaran pemasukan dan belanja negeri (apbn) yang bermutu. satu di antara triknya dengan membenahi defisit penyeimbang primer yang condong bertambah.

Begini Cara Pemerintah Agar Tak Lagi Berutang untuk Bayar Bunga Utang

penyeimbang primer merupakan selisih dari keseluruhan pemasukan negeri dikurangi belanja negeri di luar pembayaran bunga utang. apabila penyeimbang primer defisit, itu berarti pemerintah berutang untuk membayar bunga utang.

dengan kata lain, pemerintah wajib menarik utang baru untuk membayar bunga utang. lalu, apa langkah pemerintah selanjutnya?

“” gimana trik menguranginya, merupakan merendahkan kembali defisit ke angka itu 1, 2% terhadap pdb, “” ucap direktur jenderal anggaran (dirjen anggaran) departemen keuangan (kemenkeu) askolani kepada detikfinance, jakarta, kamis (18/8/2016).

langkah tersebut ditempuh dengan mendesak penerimaan pajak lebih kilat. sekarang sudah dijalankan program pengampunan pajak ataupun tax amnesty yang sanggup tingkatkan penerimaan pajak dalam jangka pendek sampai panjang.

“” jika dapat terus tingkatkan pemasukan yang lebih besar dari belanja. jadi maksudnya pemasukan jadi maksimal, kan, “” terangnya.

sedangkan itu, komponen belanja tidak butuh dikurangi secara tajam. akan namun, butuh ditunjukan pada sisi efisiensi, efisien dan bermutu, sampai – sampai belanja senantiasa ekspansif dan mendesak perekonomian.

askolani menuturkan, langkah efisien dan efisien sudah diawali dengan mereformasi subsidi tenaga. di mana subsidi untuk olahan bakar minyak (bbm) tipe premium dicabut. anggaran belanja untuk subsidi juga turun tajam.

“” kita usahakan belanjanya meski ditingkatkan tetapi lebih efisien dan efisien. sampai – sampai ia tidak wajib nambah secepat pemasukan, “” ucap askolani.

kondisi ini memang sudah terjalin semenjak 2012 kemudian, di mana rata – rata defisit anggaran di atas 2% terhadap pdb. pada 2015, defisit anggaran menggapai 2, 58% terhadap pdb dan 2016 juga diproyeksi akan berkisar pada tingkat tersebut.

pada 2017 diasumsikan defisit anggaran 2, 41% terhadap pdb.

“” ini arahnya di pemerintah itu akan kendalikan defisit ke dasar 2% tetapi itu kan tidak dapat sekalian, wajib bertahap, “” tegasnya.

dalam data kemenkeu yang dilansir detikfinance, kamis (18/8/2016) , defisit pada penyeimbang primer ini terjalin semenjak 2012.

pada 2010, penyeimbang primer tercatat surplus ataupun positif dengan realisasi rp 41, 5 triliun. ini maksudnya penerimaan negeri lebih besar dari belanja negeri di luar pembayaran bunga utang. jadi pemerintah ketika itu masih memiliki dana dari penerimaan negeri untuk membayar bunga utang.

setahun selanjutnya, kondisi penyeimbang primer mulai menipis. surplus pada penyeimbang primer hanya rp 8, 8 triliun. tetapi ini masih dikira sehat dari sisi pengelolaan anggaran negeri.

pada 2012, penyeimbang primer mulai defisit sebesar rp 52, 7 triliun. begitu juga yang terjalin pada 2013, dengan besaran defisit rp 98, 6 triliun, kemudian 2014 defisit sebesar rp 93, 2 triliun.

lewat kondisi defisit ini, berarti pemerintah sudah tidak memiliki keahlian untuk membayar bunga utang dari hasil penerimaan negeri. pemerintah wajib mencari utang baru untuk membayar bunga utang.

lonjakan tajam penyeimbang primer terjalin pada 2015, yang nilainya menjadi rp 142, 4 triliun. pada 2016, dalam apbn pergantian (apbn – p) dicantumkan defisit penyeimbang primer rp 105, 5 triliun dan defisit penyeimbang primer di 2017 diperkirakan sebesar rp 111, 4 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *