Adab mengenakan Ihram yang perlu anda ketahui

umroh 2017Adab mengenakan Ihram yang perlu anda ketahui

Ihram yaitu baju yang perlu dipakai jamaah haji sebelumnya masuk tanah Suci. Beberapa tempat menggunakan ihram atau miqat makani telah ditetapkan mulai sejak jaman Rasulullah SAW.

Tidak ada yang istimewa dari baju ini. Untuk jamaah haji pria, ihram hanya dua helai kain putih. Yang satu berperan menutupi ruang pinggang sampai mendekati mata kaki, atau dimaksud dengan juga izar. Satu helai yang lain menutupi sisi atas.

Hujjatul Islam, Imam Ghazali, dalam Ihya Ulumuddin menerangkan, putih yaitu warna yang disenangi Allah.

Walau juga cuma baju simpel, berihram nyatanya semakin lebih baik apabila dibarengi dengan beberapa amalan. Sebelumnya berihram, jamaah haji disarankan untuk mandi dengan niatan untuk menggunakan ihram. Ini dikerjakan saat mereka telah tiba di miqat makani.

Sepanjang bersihkan diri, jamaah haji bersihkan badannya. Lalu merapihkan janggut, kumis, rambut, serta memotong kuku.

Lihat disini, biaya umroh 2017

Usai mandi, jamaah bisa segera kenakan ihram. sepanjang kenakan ihram, mereka tak akan kenakan pakaian berjahit.

Sepanjang kenakan ihram, jamaah tak bisa kenakan aroma. Tetapi, jika masihlah ada aroma tersisa di tubuh, jadi tak jadi permasalahan. Dalam satu hadist dikisahkan sebelumnya mengawali ihram, ada bekas aroma atau misik di sela-sela rambut Rasulullah SAW. Aroma itu tak di hilangkan walau juga Rasululah SAW telah kenakan ihram. (HR. Bukhari serta Muslim, dari Aisyah).

Dalam satu hadits dikisahkan, istri Rasulullah, Aisyah, umum menggosokannya wangi-wangian pada Rasulullah saat ihram, juga saat tahallul sebelumnya ia tawaf. (Bukhari serta Muslim).
Saat jalan menuju Tanah Suci, jamaah telah dapat meniatkan untuk apa berihram. ada yang punya niat untuk berhaji. Ada pula yang berumrah, atau keduanya.

Jamaah disunahkan membangun shalat dua rakaat dengan kemauan sunah ihram. Pada rakaat pertama, jamaah membaca Surah Al-Kafirun sesudah membaca Al-Fatihah. Pada rakaat ke-2, jamaah disarankan membaca Surah Al-Ikhlas sesudah membaca Al-Fatihah.

Jamaah disunnahkan selalu untuk mengcapkan talbiyah, labbail Allahumma labbaik… dan sebagainya. Lafaz ini tidak mesti disampaikan dengan keras. Cukup hanya nada perlahan-lahan supaya tak mengganggu kenyamanan. dalam satu hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kalian tak memanggil zat yang tuli maupun yg tidak ada. ” (HR.

Bukhari serta Muslim).

Sepanjang menggerakkan iabdah haji, jamaah disarankan agar bisa malaksanakan beragam amalan sunah. Hal semacam ini ditujukan untuk mengoptimalkan beribadah sepanjang ada di Tanah Suci. Beribadah di Tanah Suci bakal diganjar dengan pahala yang semakin besar dibanding melaksanakan ibadah ditempat lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *