Perusahaan Asuransi Genjot Premi Lewat Produk Baru

premi

Beberapa perusahaan asuransi jiwa bersiap menjaring nasabah serta sekalian premi baru lewat product anyar yang mereka memasarkan.

Tidak cukup satu product, sebagian product baru siap dilepaskan untuk menarik sebanyak-banyaknya premi.

PT BNI Life Insurance umpamanya, tawarkan product unitlink dibalut asuransi penambahan (rider). Ada tiga-empat paket product.

Paket unitlink dengan rider menyasar nasabah individu, baik nasabah BNI sampai umum. Paket unitlink sesuai keperluan.

” Preminya dari mulai Rp 1 juta-Rp 10 juta per bln., ” kata Geger Maulana, wakil direktur paling utama BNI Life.

Menurut Geger, ketertarikan besar nasabah terlihat dari peran product unitlink pada keseluruhan premi yang meraih 60 %. Bekasnya, dari premi product asuransi tradisional.

Th. ini, BNI Life membidik keseluruhan premi tumbuh 40-50 % jadi Rp 6, 65 triliun-Rp 7, 12 triliun. Geger mengharapkan, 30-50 % dari perolehan premi th. ini datang dari product anyar.

Tidak ingin kalah, PT Asuransi Jiwa BCA akan menelurkan lima product baru.

Th. lantas, anak usaha BCA ini membukukan premi Rp 322 miliar.

” Kami mengharapkan, product baru ini dapat mengerek pendapatan premi hingga tumbuh 31, 7 % jadi Rp 424 miliar di th. 2017 ini, ” berharap Christine Setyabudhi, presiden direktur & CEO BCA Life.

Sesaat, PT Zurich Topas Life (Zurich) juga meluncurkan product baru bertopik Rider Zurich H&S Plus membuat perlindungan nasabah dari resiko penyakit gawat.

Presiden Direktur PT Zurich Topas Life Peter Huber menyampaikan, untuk mempunyai asuransi ini, nasabah mesti mempunyai product yakni Mahacita Protection atau Prestigio sebagai polis basic.

” Zurich H&S Plus ini kami menawarkan dengan premi yang sesuai umur, duit pertanggungan serta paket diambil nasabah. Tujuan pasarnya, nasabah berumur 15 hari-69 th., ” katanya.

Rosmaylinda Nasution, Director Chief of Distribution & Communication Zurich memberikan, product ini didistribusikan lewat agen serta berpeluang dijajakan lewat bancassurance.

PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia atau lebih di kenal sebagai Mandiri Inhealth mempersiapkan beberapa kiat untuk mendongkrak kemampuan.

Terlebih, perusahaan yang memercayakan lini asuransi kesehatan ini membanderol premi Rp 1, 92 triliun atau naik 20 % dari th. lantas.

Direktur Mandiri Inhealth Armendra menyampaikan, strageti yang diaplikasikan salah satunya menjaga client yang telah ada.

Maklum, persaingan di lini asuransi kesehatan memanglah termasuk sengit terlebih di segmen nasabah himpunan. Diluar itu, buka konter service spesial di sebagian tempat tinggal sakit.

” Kami juga mengincar nasabah Bank Mandiri. Bank Mandiri kan miliki nasabah korporat yang dapat kami menawarkan untuk asuransi kesehatannya, ” ungkap kata Armendra.

Sesungguhnya, usaha ini sendiri dia mengaku telah digerakkan mulai sejak 2015 lantas. Tetapi ke depan, usaha ini bakal dikerjakan dengan lebih masif termasuk juga dengan turut konsentrasi menyasar nasabah dari anggota group Mandiri yang lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *