Tiga Alternatif Pengganti Gula Yang Alami Yang Dijual Di Pasar Secara Bebas

Pernahkah Anda memperhatikan berapa banyak makanan di pasar-pasar sekarang berlabel “alami”? Menurut survei Consumer Reports baru-baru ini, 73% dari pembeli mencari label dengan istilah ini (meskipun faktanya tidak ada standar FDA untuk hal ini).

Semua ini berarti bahwa pemanis buatan dan sirup jagung fruktosa tinggi, menjadi banyak dicari konsumen dan menjadi alternatif dari gula. Berikut kami berikan 3 alternatif alami pengganti gula, yang beredar di pasar atau market secara bebas.

Sirup Maple

Sirup maple masih dibuat dengan cara yang sama selama beberapa dekade, yaitu dengan merebus getah dari pohon maple. Sirup kemudian dikeringkan, diubah menjadi bubuk, dan kemudian dijual sebagai gula maple. Sirup maple memang mengandung beberapa vitamin, mineral, dan antioksidan. Satu sendok makan sirup mapple akan menyediakan sekitar 1% dari kebutuhan harian Anda untuk kalsium, kalium, dan zat besi. Produsen makin banyak memproduksi sirup maple, karena permintaan dari konsumen meningkat. Secara bisnis, potensi sirup maple sangat bagus, karena bisa diproduksi dengan biaya sangat murah.

Madu

Madu telah digunakan selama berabad-abad untuk menyembuhkan luka dan melawan infeksi. Madu juga menawarkan sejumlah manfaat kesehatan lainnya ketika dicerna, selama Anda tidak berlebihan. Pemanis alami ini telah terbukti memiliki sejumlah kecil nutrisi, antioksidan, antibakteri, antivirus, dan senyawa anti-inflamasi.

Sebuah studi University of Illinois yang menganalisa sampel madu dari 14 sumber bunga yang berbeda, menemukan bahwa madu dari bunga soba memiliki antiosidan 20 kali lebih kuat dari jenis yang dihasilkan dari sage. Madu bisa Anda temukan diberbagai pasar dan toserba, mulai dari yang diproduksi oleh rumahan ataupun perusahaan besar. Pastikan ketika membeli, tidak ada kandungan gula di dalamnya.

Gula Kelapa

Gula kelapa terbuat dari getah yang diambil dari tunas dari pohon kelapa. Seperti gula pada umumnya, ia memiliki sekitar 15 kalori dan empat gram gula per sendok teh. Gula kelapa mengandung sejumlah kecil nutrisi, termasuk thiamin, besi, tembaga, seng, kalium, fosfor, magnesium, kalsium, dan antioksidan. Pemanis ini juga mengandung inulin, yang terjadi secara alami, karbohidrat yang bertindak sebagai prebiotik, atau “makanan” bagi bakteri usus yang menguntungkan.

Gula dari kelapa aren juga dianggap ramah lingkungan. Pohon kelapa yang tumbuh membutuhkan jumlah minimal air dan makanan (terutama dibandingkan dengan tebu); dan pohon-pohon menghasilkan getah selama dua sampai empat dekade. Gula kelapa ini memiliki rasa yang mirip dengan gula merah, itu sebabnya begitu banyak orang menggunakannya sebagai pengganti gula merah untuk resep makanan yang membutuhkan gula merah. Gula kelapa ini sangat besar produksinya di negara berkembang dan tropis, dan dijadikan produk ekspor ke seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *