Kartini Muljadi, Pengacara Senior yang Melestarikan Batik

Kain batik jadi hal yang sangat istimewa untuk sosok pakar hukum senior Kartini Muljadi. Kecintaan Kartini Muljadi pada kain batik selalu berkibar sampai umur yang sekarang ini sudah memijak 87 th..

Bertepatan dengan umur itu Kartini Muljadi meluncurkan buku yang berjudul ” Batik Indonesia : Sepilihan Koleksi Batik Kartini Muljadi ” di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Rabu (17/5/2017). ” Kain batik yaitu benda seni serta jadi kekayaan bangsa Indonesia, ” terang Kartini.

Kartini Muljadi, memulai karirnya jadi hakim, lalu jadi notaris sampai jadi pengacara populer meIaIui kantor pengacara serta konsultan hukum “Kartini Muljadi & Rekan”.

Sosok Kartini yang begitu di kenal jadi pakar hukum senior nyatanya memiiki perhatian serta ketertarikan yang cukup besar dalam pelihara serta melestarikan budaya Indonesia, diantaranya berbentuk lukisan serta batik.

Ketertarikannya pada batik makin kuat lewat persahabatannya dengan beberapa tokoh pencinta batik yang mendorongnya untuk selalu menaikkan koieksi kain Batik catat halus karya beberapa pembatik temama Indonesia.

Kartini Muljadi mengungkap begitu senang saat seni Batik Indonesia disadari Unesco jadi Intangible Cultural Heritage Indonesia. Hal semacam ini membuatnya makin percaya untuk menolong pelestarian Batik sekalian mendorong ketertarikan generasi muda Indonesia supaya tidak melupakan karya adiIuhung anak bangsa sendiri.

Dalam perjalanannya jadi kolektor kain batik, Kartini Muljadi mengerti masih tetap kurangnya dokumentasi mengenai tekstil nusantara termasuk juga batik, hingga pada akhirnya, Kartini berinisiatif untuk mendokumentasikan koleksi batiknya berbentuk buku.

Kartini mengharapkan, buku itu bisa dipakai jadi dokumentasi seni batik Indonesia, serta jadi bahan rujukan untuk generasi muda dalam pelajari Iebih dalam histori batik nusantara.

Kepala Tubuh Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf yang ada dalam acara itu menyebutkan, buku itu juga akan jadi rujukan untuk beberapa generasi muda untuk belajar serta mengerti kain batik sepenuhnya.

” Ini juga akan jadi rujukan yang bernilai. Karna nilai dari batik itu, sejarahnya, budayanya, bukanlah sekedar hanya product, ” tutur Triawan.

Buku setebal 198 halaman itu dengan gamblang bercerita perjalanan sehelai kain batik, dengan diawali sistem membatik pada sehelai bentangan kain mori sampai jadi karya atik nan indah.

Semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk membatik juga dikupas dengan detil dalam buku itu. Buku Kartini juga menghadirkan penjelasan yang menarik mengenai alur batik yang berupa geometris serta non-geometris, alur bergaris miring, alur semen, juga alur flora-fauna yang begitu kaya warna.

Koleksi kain batik dari Kartini Muljadi yang dipamerkan waktu peluncuran buku Batik Indonesia : Sepilihan Koleksi Batik Kartini Muljadi di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

” Batik ada dalam tiap-tiap langkah kehidupan orang-orang Jawa. Batik jadi elemen dalam beragam upacara kebiasaan yang berkaitan dengan daur kehidupan manusia, ” lebih Kartini.

Menurut dia, lembaran-lembaran batik ada waktu kelahiran yang dipakai jadi kepohan bayi, ketika upacara kedewasaan, pernikahan, sampai acara kematian jadi penutup jenazah atau dimaksud luruhnya layon.

” Batik bukan sekedar jadi sisi dari baju nasional, namun bahkan juga sudah jadi fenomena yang mendunia. Hal semacam ini membawa dampak yang mengagumkan pada perubahan batik, ” ungkap Kartini.

Kartini mengungkap kalau terbitnya buku ” Batik Indonesia : Sepilihan Koleksi Batik Kartini Muljadi ” hanya sisi kecil dari semua khazanah batik Indonesia.

” Untuk saya kain batik mewakili perasaan mendalam mengenai kasih sayang yang saya terima dari nenek karna Ibu saya demikian cepat pergi dari kehidupan keluarga kami. Dalam sehari-harinya mereka senantiasa memakai batik, hingga batik lekat memberi warna kehidupan saya mulai sejak awal, ” pungkas Kartini Muljadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *